1. Pengertian Prototype Produk
Sabtu, 30 Oktober 2021
Konsep Desain/Prototype dan Kemasan Produk Barang / Jasa
Kamis, 16 Juli 2020
Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan XII
materi produksi massala
1.
Produksi Massal
Produksi adalah suatu kegiatan yang
dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru
sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kegiatan menambah dayaguna sebuah benda tanpa mengubah
bentuknya dinamakan produksi jasa, sedangkan kegiatan menambah dayaguna sebuah
benda dengan mengubah sifat dan bentuknya disebut produksi barang.
Produksi massal adalah nama
yang diberikan kepada
sebuah metode memproduksi barang
dalam jumlah besar dengan biaya yang rendah per unitnya. Walau harganya yang murah tidak berarti dengan kualitas
rendah. Sebaliknya diproduksinya barang dalam jumlah yang besar telah
distandarisasi oleh interchangeable parts atau peralatan yang dapat digunakan
untuk memproduksi barang yang sama.
A.
Ciri-ciri utama produksi masal :
1. Adanya standard yang jelas dalam proses produksi
2. Memiliki mesin yang bisa memproduksi secara terus
menerus dan dalam jumlah yang banyak
3. Semua alur produksi bisa berjalan seimbang
4. Waktu produksi reatif singkat
5. Dalam penggunaan bahan baku sudah berjalan secara
otomatis
6. Kemudahan dalam, kontrol produksi
B.
Keuntungan dan kekurangan produksi masal
A. Keuntungan :
1. Akurasi dan otomatisasi tinggi
2. Kurang biaya tenaga kerja
3. Tingkat produksi cepat
4. Biaya per unit murah
B. Kekurangan :
1. Sumber daya yang terbuang (jika ada kesalahan pada mesin
atau kesalahan desain produk)
2. Tidak ada jaminan (tidak ada jaminan produk akan
seluruhnya terjual)
3. Ada biaya bahan baku tambahan untuk merancang desain
produk
4. Kurang beragam
5. Memerlukan banyak investasi untuk membeli mesin
C.
Penerapan Produksi Massal
Perusahaan yang ingin bertahan di era kompetisi yang
sengit harus mempunyai produk berkualitas dengan harga yang bersaing hal ini
disebut ecomomic scale atau skala
ekonomi, semakin baik perusahaan menciptakan produk dengan skala ekonomis,
semakin kuat bersaing di pasaran. Untuk mendapat harga yang baik perusahaan
biasanya menekan biaya produksi dengan cara :
1. Mengurangi biaya bahan baku dengan membeli bahan baku
dengan jumlah besar untuk mendapatkan potongan harga
2. Membeli mesin-mesin yang lebih canggih dengan tingkat
efisiensi tinggi
3. Menambah kapasitas produksi
Dalam melakukan kegiatan produksi dan operasi yang efektif dapat
dilakukan dengan cara :
1. Mengurangi biaya produksi
2. Meningkatkan mutu/kualitas
produk
3. Segera merespon permintaan
4. Memungkinkan inovasi produk
5. Mempercepat produksi produk
6. Rancangan Produksi Massal
Terdapat
5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk
menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
1.
Kualitas Produk
Seberapa
baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan
kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa
pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan.
2.
Biaya Produk
Biaya
untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit disebut
biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang
dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
3. Waktu
Pengembangan Produk
Waktu
pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi,
menunjukkan
daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi dan pada akhirnya akan
menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha
yang dilakukan tim pengembangan.
4.
Biaya Pengembangan
Biaya
pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari investasi
yang dibutuhkan untuk mencapai profit.
5.
Kapabilitas Pengembangan.
1.
Perencanaan Produksi masal
Perencanaan adalah tindakan yang dilakukan untuk mencapai
tujuan sesuai dengan periode dan waktu yang direncanakan. Perencanaan produksi
adalah perencanaan dan pengorganisasian mengenai pekerja, bahan,mesin, dan
peralatan serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang dengan suatu
metode tertentu sesuai dengan kemampuan perusahaan. Dalam penyusunan proses
produksi masal harus memperhatikan :
1. Karakter produk itu sendiri
2. Tingkat kesulitan produk itu sendiri
3. Banyaknya permintaan
4. Komponen dan bahan yang harus
disipakan
5. Tata cara urutan pengerjaan produk,
pembagian kerja dan lamanya pekerjaan
6. Biaya produksi yang diperlukan
Perencanaan produksi memiliki tujuan sebagai langkah awal
untuk menentukan aktivitas produksi dan sebagai masukan rencana sumberdaya.
Rancangan produksi masal yang
biasanya dikerjakan perusahaan yaitu :
1. Mengidentifikasi produk yang akan
dibuat
2. Mengidentifikasi alat (mesin) dan
bahan yang dibutuhkan
3. Mengidentifikasi tenaga kerja dan
soft skill
4. Menyusun urutan kerja, pembagian
kerja, perintah kerja, dan target waktu pengerjaan
5. Menyusun/menata denah/lokasi atau
pengerjaan produk
6. Menyiapkan alat dan bahan terkait
7. Memulai proses produksi sesuai
standard an proseur yang telah ditetapkan
8. Memperhatikan keselamatan dan
standar kerja
9. Memulai sesuai alur kerja dari awal
sampai akhir
10. Mengemas produkakhir
Proses persiapan alur atau skema/bagan
dalam produksi masal terdiri atas kegiatan :
1. Penjadwalan waktu
Berapa
lama waktu yang dikerjakan untuk menyelesaikan produk tersebut
2. Pemilihan peralatan
Peralatan apa saja yang dibutuhkan
dalam membuat produk tersebut
3. Pengerjaan dengan perkakas
Cara, strategi dan metode pengerjaan
produk tersebut seperti apa, bagaimana metodenya
4. Mobilisasi personalia
Berapa banyak tenaga kerja yang
dibutuhkan dan bagaimana cara kerjanya
5. Pembelian material
Menyiapkan bahan baku dan
pendukungnyaserta bahannya seperti apa, bagaimana kriteria bahan bakunya
6. Pembagian pekerjaan
Pembagian kerja setiap bagian/orang
dan berapalama waktu yang dibutuhkan serta tahapan perakitan produknya
bagaimana
1.
Tahap perencanaan produksi masal :
1. Tahap desain awal
Pada tahap ini suatu perusahaan
sudah menentukan desain awal produk yang berupa desain spesifikasi dan
persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk yang dibuat nantinya.
2. Tahap desain produk
Pada tahap ini perusahaan sudah
dapat menentukan design dari suatu produk yang dapat berupa gambaran dari
produk tersebut seperti bentuk, warna, ukuran, dan lainnya dengan tepat.
3. Tahap cara pembuatan
Pada tahapan ini merupakan tahapan
dimana perusahaan harus menentukan urutan proses pembuatan suatu barang, tempat
untuk bekerja yang tepat, dan segala macam peralatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan
barang tersebut
4. Tahap pembuatan
Pada tahap ini perusahaan mulai
memproduksi barang yang diinginkan dan memodifikasi lebih lanjut barang yang
sedang dibuat tersebut. Proses pembuatan barang harus disesuaikan dengan
design, memiliki kualitas yang terbaik, dan peralatan mesin yang tersedia.

