Halaman

Kamis, 04 Desember 2014

persaingan ekonomi dalam pasar Bebas Dan Pasar Modal

BAB I
 PENDAHULUAN
1.)    Latar Belakang
Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi diskursus  hangat  dalam ilmu  ekonomi. Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem  perekonomian.  Ekonomi  kapitalis menghendaki  pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi, mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah lassez faire et laissez le monde va de lui meme (Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah equilibrium.
Jika banyak campur tangan pemerintah, maka pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidak efisienan (inefisiency) dan ketidak seimbangan. Menurut konsep tersebut, pasar yang paling baik adalah persaingan bebas (free competition), sedangkan harga dibentuk oleh kaedah supply and demand. Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibrium dalam masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah (wage) yang adil, harga barang (price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran yang rendah (fullemployment). Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama sekali harus di minimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta sehingga akhirnya mengganggu equilibrium pasar. Maka dalam paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai upaya akademis untuk menyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem yang mandiri (self regulating).
2.)    PERMASALAHAN
Kebaikan-kebaikan utama dari sistem pasar bebas adalah:
  1. Faktor-faktor produksi akan digunakan dengan efisien.
  2. Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
  3. Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
  4. Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
Kegagalan perekonomian pasar bebas disebabkan beberapa faktor diantaranya:
  1. Akibat-akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
  2. Kekurangan produksi baran publik dan barang merit.
  3. Cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar.
  4. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
  5. Kecenderungan untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak merata apabila perekonomian semakin berkembang.
Beberapa kegagalan mekanisme pasar diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk;
  1. Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
  2. Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
  3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.

3.)    TUJUAN PENULISAN
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
  • Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
  • Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
  • Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.






BAB II
LANDASAN TEORI
PEMBAHASAN

Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Lebih dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan tentang keajaiban invisible hand atau tangan gaib dan mengatur kegiatan sesuatu perekonomian. Adam Smith  megemukakan suatu pandangan yang pada akekatnya menyetakan baha kegiatan dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa bila setiap induvidu dalam masyarakat diberikebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang di ingin mereka maka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, system ekonomi seperti yang terangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas. Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur oleh ekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut akan dihasilkan.
Dalam prakteknya tidak satu negara pun yang kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar. Apabila diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa sebagian besar negara di dunia ini mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini berarti dikebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan eleh sistem pasar, akan tetapi disamping itu secara langsung dan secara tidak langsung pemerintah ikut campur di dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Berdasarkan kepada sistem ekonomi yang pernah digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciri‐ciri utama Perekonomain Pasar Bebas
1.       Kegiatan ekonomi ditentukan oleh keinginan pasar. Pengusaha dapat merencanakan tentang kegiatan ekonomi yang ingin dilakukankannya. Akan tetapi pada akhirnya pasarlah yang menetukan kelangsungan kegiatan setiap usaha.
2.      Kebebasan dalam memiliki harta. Implikasi dari kebebasan untuk menjalankan usaha, setiap individu bebas untuk mengumpulkan harta yang diperoleh dari bekerja dan menjalankan usaha.
3.      Menggalakkan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam usaha mereka untuk mendapatkan keuntunganberbagai perusahan harus berusaha untuk menciptakan barang baru, mengurangi biaya produksi dan memperluas pasar.
4.      Fluktuasi kegiatan ekonomi semakin besar. Dalam sistem perekonomian pasar bebas kegiatan ekonomi cendrung mengalami naik turun yang semakin besar, yaitu tingkat ketisakstabilannya semain tinggi.

Pemikiran Komunisme telah menimbulkan Revolusi di Rusia tahun 1917 dan pemerintah yang dipimpin oleh raja di ganti oleh Sistem Komunisme di mana Partai Komunis mengendalikan kehidupan politik dan ekonomi. Kemerdekaan dan kebebasan berpolitik dibatasi dan perusahaan‐perusahaan diambil alih oleh pemerintah. Pemilikan perusahaan oleh pihak swasta dihapuskan, dan semenjak itu semua perusahaan dimiliki oleh pemerintah. Selanjutnya kegiatan perusahaan‐ perusahaan tersebut tidak ditentukan oleh kehendak pasar, tetapi di atur oleh pemerintah dengan mendirikan suatu badan yang dinamakan Badan Perencanaan Pusat. Dari ciri‐ciri utama sistem perencanaan pusat ini dapat disimpulkan bahwa keinginan masyarakat bukan lagi merupakan penentu penting dari segi kegiatan usaha setiap unit produksi. Badan Perencanaan Pusat lah yang menentukan jenis produksi yang harus mereka ciptakan dan jumlah produksi yang mereka lakukan.
Perekonomian Campuran adalah sistem ekonomi di mana secara bersama badan usah swasta dan badan usaha milik pemerintah melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa.

Sehingga ke permulaan abad ke 20 kebanyakan ahli-ahli ekonomi berkeyakinana bahwa system pasar bebas merupakan system ekonomi yang mewujudkan kegiatan ekonomi yang paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang paling optimum. Pandangan ini di pelopori oleh Adam Smith yang di kemukakan dalam buku “(An Inguary Into The Natur end of thewealth of Nation)” yang terbitkan pada tahun 1776. Menurut pandangan pengaturan kegiatan sesuatu perekonomian yang tidak perlu jalankan oleh pemerintah, karena ”InsibleHand” yaitu mekanisme pasar, dapat terwujudnya kegiatan–kegiatan ekonomi yang efisien dan makmuran masyarakat yang optimum. Kritik dan kesaran tentang kelemahan-kelemahan sisten pasar bebas telah mendorong perintah untuk tela melakukan lebih banyak campuran tangan dalam kegiatan. Kritik yang paling ekstrim, terdapat sistem pasar bebas telah mewujudkan system ekonomi perencanaan pusat. Dalam sistem perencanaan pusat cocok kegiatan dan jenis barang yang akan diproduksikan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah di atur perencanaan pusat.
Pandangan pengkritikan–pengkritikan lain efisien pasaran bebas tidaklah seektrim seperti golongan yang menyokong penghapusan system pasaran bebas dan mengantikannya dengan system perencanaan pusat. Sistem Pasar Bebas mempunyai beberapa kelemahan yang menimbulkan akibat buruk keatas efisiensi kegiatan ekonomi dan kesejahtraan dan khalayak ramai. Sistem ekonomi dimana pada umumnya sistem pasaran bebas tetap diberi kesempatan untuk berfungsi tetapi dibanding–banding tertentu pemerintah secara aktif mengatur atau menjalankan kegiatan ekonomi dinamakan “Sistem Ekonomi Campuran”.

Dalam teori Permintaan dan Penawaran dan dalam analisis kelakuann konsumen telah diterangkan interaksi diantara penjual dan pembali dalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang diperlukan diproduksikan. Analisis yang dinyatakan diatas dinamakan analisis keseimbangan sebagiaan atau partial eqilibrium analisis, yaitu analisis kegiatan ekonomi dibuat secara bersaingan tampa memperhatikan hubungan kait – mengait berbagai kegiatan aspek kegiatan tersebut. Analisis yang merangkumi intraksi berbagai kegiatan dalam ekonomi dinamakan analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analisis. Berdasarkan sirkulasi aliran pendapatan, Interaksi diantara sector Perusahaan dan Rumah Tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama yaitu interaksi dipasaran barang dan interaksi dipasaran factor.
Dalam uraian tersebut telah diterangkan bahwa suatu perekonomian boleh dibedakan menjadi dua sektor, yaitu: sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Sektor perusahaan, yang meliputi perusahaan dalam berbagai kegiatan ekonomi, akan menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan sektor rumah tangga. Maka sektor rumah tangga akan memperoleh ganjaran/pendapatan dari menyediakan faktor-faktor produksi tersebut. Pendapatan tersebut akan digunakan oleh rumah tangga untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa.
Berdasarkan kepada sirkulasi aliran pendapatan tersebut, interaksi diantara sektor perusahaan dan rumah tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama, yaitu interaksi di pasar barang dan interaksi di pasar faktor. Analisis keseimbangan umum akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang corak interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dengan menggunakan analisis tersebut dapatlah diterangkan bagaimana suatu perekonomian menyelesaikan tiga masalah ekonomi pokok, yaitu:
·               Apakah jenis-jenis barang yang perlu diproduksikan dan berapakah banyaknya?
·               Bagaimanakah berbagai jenis barang tersebut diproduksikan?
·               Untuk siapakah barang-barang tersebut diproduksikan?

Dalam suatu perekonomian pasar keinginan konsumen penting peranannya dalam menentukan corak kegiatan ekonomi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar