Halaman

Minggu, 23 November 2014

resiko dalam pasar bebas



BAB I
 PENDAHULUAN
1.)    Latar Belakang
Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi diskursus  hangat  dalam ilmu  ekonomi. Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem  perekonomian.  Ekonomi  kapitalis menghendaki  pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi, mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah lassez faire et laissez le monde va de lui meme (Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah equilibrium.
Jika banyak campur tangan pemerintah, maka pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidak efisienan (inefisiency) dan ketidak seimbangan. Menurut konsep tersebut, pasar yang paling baik adalah persaingan bebas (free competition), sedangkan harga dibentuk oleh kaedah supply and demand. Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibrium dalam masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah (wage) yang adil, harga barang (price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran yang rendah (fullemployment). Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama sekali harus di minimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta sehingga akhirnya mengganggu equilibrium pasar. Maka dalam paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai upaya akademis untuk menyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem yang mandiri (self regulating).
2.)    PERMASALAHAN
Kebaikan-kebaikan utama dari sistem pasar bebas adalah:
  1. Faktor-faktor produksi akan digunakan dengan efisien.
  2. Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
  3. Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
  4. Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
Kegagalan perekonomian pasar bebas disebabkan beberapa faktor diantaranya:
  1. Akibat-akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
  2. Kekurangan produksi baran publik dan barang merit.
  3. Cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar.
  4. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
  5. Kecenderungan untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak merata apabila perekonomian semakin berkembang.
Beberapa kegagalan mekanisme pasar diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk;
  1. Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
  2. Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
  3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.

3.)    TUJUAN PENULISAN
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
  • Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
  • Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
  • Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.






BAB II
LANDASAN TEORI
PEMBAHASAN

Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Lebih dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan tentang keajaiban invisible hand atau tangan gaib dan mengatur kegiatan sesuatu perekonomian. Adam Smith  megemukakan suatu pandangan yang pada akekatnya menyetakan baha kegiatan dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa bila setiap induvidu dalam masyarakat diberikebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang di ingin mereka maka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, system ekonomi seperti yang terangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas. Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur oleh ekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut akan dihasilkan.
Dalam prakteknya tidak satu negara pun yang kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar. Apabila diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa sebagian besar negara di dunia ini mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini berarti dikebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan eleh sistem pasar, akan tetapi disamping itu secara langsung dan secara tidak langsung pemerintah ikut campur di dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Berdasarkan kepada sistem ekonomi yang pernah digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciri‐ciri utama Perekonomain Pasar Bebas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar