BAB I
PENDAHULUAN
1.)
Latar
Belakang
Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi
diskursus hangat dalam ilmu ekonomi.
Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang
sangat penting dalam sistem perekonomian. Ekonomi kapitalis
menghendaki pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi,
mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah
lassez faire et laissez le monde va de lui meme
(Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri
sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa
intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat
(invisible hands) yang akan membawa perekonomian
tersebut ke arah equilibrium.
Jika banyak campur tangan
pemerintah, maka pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian
pada ketidak efisienan (inefisiency) dan ketidak seimbangan. Menurut konsep
tersebut, pasar yang paling baik adalah persaingan bebas
(free competition), sedangkan harga dibentuk oleh kaedah supply and demand.
Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibrium dalam
masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah (wage)
yang adil, harga barang (price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran
yang rendah (fullemployment). Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama
sekali harus di minimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain
dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta
sehingga akhirnya mengganggu equilibrium pasar. Maka dalam
paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu
keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di
pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai
upaya akademis untuk menyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem
yang mandiri (self regulating).
2.)
PERMASALAHAN
Kebaikan-kebaikan
utama dari sistem pasar bebas adalah:
- Faktor-faktor produksi akan digunakan dengan efisien.
- Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
- Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
- Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
Kegagalan
perekonomian pasar bebas disebabkan beberapa faktor diantaranya:
- Akibat-akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
- Kekurangan produksi baran publik dan barang merit.
- Cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar.
- Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
- Kecenderungan untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak merata apabila perekonomian semakin berkembang.
Beberapa
kegagalan mekanisme pasar diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah
dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah dalam
kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk;
- Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
- Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
- Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
3.)
TUJUAN
PENULISAN
Kebijakan
moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur
jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah
didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk
membiayai kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini
digunakan oleh pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
- Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
- Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
- Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.
BAB II
LANDASAN TEORI
Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian
terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i)
ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas,
dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu
perekonomian pasar bebas.
Lebih dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan
tentang keajaiban invisible hand
atau tangan gaib dan mengatur
kegiatan sesuatu perekonomian. Adam Smith
megemukakan suatu pandangan yang pada akekatnya menyetakan baha kegiatan
dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa
bila setiap induvidu dalam masyarakat diberikebebasan untuk melakukan kegiatan
ekonomi yang di ingin mereka maka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi
yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan
tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan
lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam
mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya
mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam
analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, system ekonomi seperti yang
terangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas.
Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur
oleh ekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli
di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak
produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut
akan dihasilkan.
Dalam prakteknya tidak satu negara pun yang
kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar. Apabila
diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai
negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa
sebagian besar negara di dunia ini mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini
berarti dikebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan
eleh sistem pasar, akan tetapi disamping itu secara langsung dan secara tidak
langsung pemerintah ikut campur di dalam berbagai kegiatan ekonomi.
Berdasarkan kepada sistem ekonomi yang pernah
digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciri‐ciri utama Perekonomain Pasar Bebas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar